Bantarsari

filter: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; captureOrientation: 0;
hdrForward: 6; shaking: 0.000000; highlight: 0; motionR: 0; algolist: 0;
multi-frame: 1;
brp_mask: 8;
brp_del_th: 0.0000,0.0000;
brp_del_sen: 0.0000,0.0000;
delta:1;
bokeh:1;
ispap:1;
papproctime: 2026:05:15 09:47:43;
module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 7864320;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 122.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 44;zeissColor: bright;

0-4064×3048-0-0-{}-0-24#

– Semangat kepedulian terhadap lingkungan hidup terus ditunjukkan oleh Gugus Depan Pramuka SMAN 1 Bantarsari melalui kegiatan susur pantai dan gerakan penanaman 1.000 pohon mangrove yang dilaksanakan di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Selok, Desa Karangbenda, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, pada Jumat, 15 Mei 2026.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi pelajar dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga lingkungan hidup. Dengan mengusung semangat kebersamaan dan gotong royong, para anggota Pramuka SMAN 1 Bantarsari tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan mulai dari susur pantai, edukasi lingkungan, hingga aksi penanaman mangrove di kawasan pesisir TWA Gunung Selok.

Sebanyak 1.000 bibit mangrove yang terdiri atas jenis Rhizophora mucronata dan Rhizophora apiculata merupakan dukungan dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap sebagai bentuk sinergi antara dunia pendidikan, perusahaan, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Bibit tersebut kemudian ditanam di wilayah Resor KSDA Wilayah Cilacap yang berada di kawasan konservasi TWA Gunung Selok.

Kegiatan ini turut melibatkan berbagai unsur pegiat lingkungan dan masyarakat setempat, di antaranya MMP Pandu Nusa Buana, Lembaga Perlindungan Pesisir dan Pantai Karangbenda (LPPPK), Kelompok Tani Rimbun, serta Wana Tani Desa Karangbenda. Kehadiran berbagai elemen tersebut menjadi bukti bahwa pelestarian lingkungan membutuhkan kolaborasi dari seluruh pihak.

Sejak pagi, para peserta telah berkumpul untuk mengikuti briefing dan pengarahan mengenai pentingnya ekosistem mangrove bagi kehidupan pesisir. Dalam sesi edukasi tersebut dijelaskan bahwa hutan mangrove memiliki peran penting sebagai benteng alami pantai dari ancaman abrasi, intrusi air laut, serta sebagai habitat berbagai jenis biota laut. Selain itu, mangrove juga mampu menyerap karbon dalam jumlah besar sehingga berkontribusi dalam mengurangi dampak perubahan iklim.

Setelah mendapatkan pengarahan, para peserta melakukan kegiatan susur pantai menyusuri kawasan pesisir TWA Gunung Selok. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi anggota Pramuka, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta terhadap alam dan lingkungan sekitar. Para siswa tampak menikmati keindahan alam pesisir sambil tetap menjaga kebersihan lingkungan selama kegiatan berlangsung.

Memasuki sesi utama penanaman mangrove, para peserta bersama relawan dan kelompok tani turun langsung ke area pesisir berlumpur untuk menanam bibit mangrove satu per satu. Dengan penuh semangat, mereka bekerja sama membawa bibit, membuat lubang tanam, hingga memastikan bibit tertanam dengan baik. Meski harus menghadapi medan berlumpur dan panas matahari pesisir, hal tersebut tidak mengurangi antusiasme para peserta.

Pembina Pramuka SMAN 1 Bantarsari menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan karakter sekaligus implementasi nilai-nilai kepramukaan yang menanamkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Kegiatan ini bukan sekadar menanam pohon, tetapi juga menanamkan kesadaran kepada generasi muda bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin membentuk karakter peduli lingkungan, cinta alam, dan memiliki jiwa gotong royong,” ungkapnya.

Pihak pendamping dari komunitas lingkungan juga mengapresiasi keterlibatan para pelajar dalam kegiatan konservasi pesisir tersebut. Menurut mereka, keterlibatan generasi muda sangat penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di masa depan.

Kawasan pesisir Desa Karangbenda sendiri menjadi salah satu wilayah yang membutuhkan perhatian dalam upaya konservasi pantai. Penanaman mangrove dinilai sangat penting untuk memperkuat ekosistem pesisir dan menjaga keseimbangan alam di kawasan tersebut. Dengan adanya gerakan penanaman mangrove secara berkelanjutan, diharapkan kawasan pantai dapat semakin hijau, kuat menghadapi abrasi, dan menjadi habitat alami bagi berbagai jenis biota.

Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kebersamaan, kekeluargaan, dan semangat kepedulian sosial. Selain memberikan pengalaman berharga bagi anggota Pramuka, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat hubungan antara sekolah, masyarakat, komunitas lingkungan, dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap alam.

Melalui kegiatan susur pantai dan penanaman mangrove ini, Gugus Depan SMAN 1 Bantarsari berharap dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk ikut aktif dalam menjaga lingkungan hidup. Semangat kecil yang ditanam di pesisir Gunung Selok diharapkan mampu tumbuh besar, sebagaimana pohon-pohon mangrove yang kelak menjadi pelindung alam bagi kehidupan di masa depan.